Blogger Backgrounds


"Setiap anak memiliki keterampilan yang unik, kemampuan dan impian. Setiap anak, cepat atau lambat mereka semua akan belajar, namun dengan kecepatannya masing-masing.
EVERY CHILD IS SPECIAL."
Tampilkan postingan dengan label Tulisan SOFTSKILLS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan SOFTSKILLS. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juni 2014

Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2, Minggu ke-3


                                                                                                                                                       Bekasi, June 6, 2014

Personnel Manager
PT. Cipta Karya
Jl. Pattimura 105
Jakarta Selatan

Dear Personnel Manager :
In accordance with the job information that I have seen the Media Indonesia newspaper dated June 4, 2014 for Finance Manager positions at PT. Cipta Karya. Based on your company's job openings that I read in the paper.

I want to apply for a job position at the manager of the accounting firm you lead with the requirements already mentioned. I am 20 Years of age, have graduated from GUNADARMA UNIVERSITY, majoring in ACCOUNTING in June 2011, not married and have a health condition that is really nice. I can speak English fluently, either verbally or in writing. My educational background is really satisfying and has a great ability in the field of Accounting.

I have a habit of working with a computer-first operate Microsoft Office applications, such as Microsoft Excel, Microsoft Word, Microsoft Access, Microsoft PowerPoint, Microsoft Outlook, Internet, Email, or some special software such as MYOB Accounting, Zahir, and correspondence using English.

When can we set up an interview? I may be reached at 021 8826846. Your consideration is greatly appreciated.


Sincerely,




Nur Rindi Dwi Jayanti






CURRICULUM VITAE

Personal Details

Full Name : Nur Rindi Dwi Jayanti
Sex : Female
Place, Date of Birth : Jakarta, September 17, 1993
Nationality : Indonesia
Marital Status : Single
Height, Weight : 150 cm, 50cm
Health : Perfect
Religion : Moeslem
Address : Jl. Mangga 3 Blok E 19 No. 5 Kp. Cerewed, Duren Jaya, Bekasi
MobilePhone : 0856 9356 7749
E-mail : nurrindidwijayanti@yahoo.com

Educational Background

1999 - 2006 : Cenderawasih Jaya Elementary School, Bekasi
2006 - 2009 : Raudhatul Jannah Junior High School, Bekasi
2009 - 2012 : PGRI 1 Senior High School, Bekasi
2012 - 2015 : Accounting at University of Gunadarma, Kalimalang

Course & Education

2009-2010 : English Language Course at IEC, Bekasi
2011 : Tutoring at QIN, Bekasi

Qualifications

- Accounting & Administration Skills (Journal Printing & Calculation, Ledger, Petty Cash Payroll & Calculation, Inventory Controls, Project Data Updating, Teller, Salary Caldulation).
- Computer Skills (MS Word, MS Excel, MS Power Point, MS Access, MS Outlook, Web Design, Internet Marketing ). Internet Literate.

Personality

Good attitude, kind, communicative, diligent, tolerant, target oriented, discipline, honest, and be responsible.




TALKING ABOUT MY SELF

Hi, thanks for giving me opportunity to introduce myself. My name is Nur Rindi Dwi Jayanti from Bekasi Timur. I'm 20 years old. My educational background : Cenderawasih Jaya Elementary School, Bekasi (1999 – 2006), Raudhatul Jannah Junior High, Bekasi (2006 – 2009), PGRI 1 Senior High School, Bekasi (2009 – 2012), Accounting at the University of Gunadarma, Kalimalang (2012 – 2015). Currently I'm staying at Bekasi with my family. Coming to family background, my father is civil servants & my mother is housewife. I have one older brother are working in government offices. 

My short term goals is i can achieve in six months to three years while it can take three to five years to reach long term ones. My long term goals may be, for instance, earning a bachelor's degree in accounting and getting a job as an accountant. So, I would like to work in an environment which is dynamically changing & continuously evolving, where I can learn more in order to improve my technical skills. Therefore, I feel this company is more suitable for me to apply my skills towards reaching the companies goal & also to improve my economic status too.

I have good attitude, kind, communicative, diligent, tolerant, target oriented, discipline, honest, and be responsible. And I believe that with my positive attitude I can give a full commitment to my job. That’s all about me. Thank you for listening.

Minggu, 06 Oktober 2013

Tulisan Bahasa Indonesia Minggu ke-1


RESENSI

** PENGERTIAN

Kata “Resensi” berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja “revidere” atau “recensere” yang memilik arti melihat kembali, menimbang atau menilai. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review, sedangkan dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah recensie. Tiga istilah tersebut mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas sebuah buku.

Menurut “Kamus Istilah Sastra” yang ditulis oleh Panuti Sudjiman (1984), Resensi adalah hasil pembahasan dan penilaian yang pendek tentang suatu karya tulis. Konteks ini memberi arti penilaian, mengungkap secara sekilas, membahas, atau mengkritik buku.

Resensi merupakan salah satu bentuk tulisan jurnalistik yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan memberi pertimbangan kepada pembaca mengenai sebuah buku yang baru diterbitkan. Secara sederhana, resensi dapat dianggap sebagai bentuk tulisan yang merupakan perpaduan antara ringkasan dan ikhtisar berisi penilaian, ringkasan isi buku, pembahasan, atau kritik terhadap buku tersebut. Bentuk tulisan ini bergerak di subyektivitas peresensinya dengan bekal pengetahuan yang dimilikinya tentang bidang itu.

WJS. Poerwadarminta (dalam Romli, 2003:75) mengemukakan bahwa resensi secara bahasa sebagai pertimbangan atau perbincangan tentang sebuah buku yang menilai kelebihan atau kekurangan buku tersebut, menarik-tidaknya tema dan isi buku, kritikan, dan memberi dorongan kepada khalayak tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dan dimiliki atau dibeli. Perbincangan buku tersebut dimuat di surat kabar atau majalah.

Saryono (1997:56) menjelaskan Pengertian Resensi sebagai sebuah tulisan berupa esai dan bukan merupakan bagian suatu ulasan yang lebih besar mengenai sebuah buku. Isinya adalah laporan, ulasan, dan pertimbangan baik-buruknya, kuat-lemahnya, bermanfaat-tidaknya , benar-salahnya, argumentatif- tidaknya buku tersebut. Tulisan tersebut didukung dengan ilustrasi buku yang diresensi, baik berupa foto buku atau foto copi sampul buku.

** CONTOH RESENSI

Judul Buku /Novel : Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Penerbit                    : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit            : 2010
Cetakan                     : ke - 2
Tebal Buku               : iv+256 halaman
Harga Buku               : Rp.40.000,-
Pengarang                : Tere Liye



Daun yang jatuh tak pernah membenci angin... Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun... daun yang tidak pernah membenci angin meski harus tereggutkan dari tangkai pohonnya.

Itu adalah barisan kata yang terdapat dalam buku Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karangan Tere Liye. Dewasa ini, Tere Liye telah dikenal sebagai novelis yang hasil karyanya mampu menyentuh para pecinta novel. Cerita novelnya yang ringan namun tetap padat, berisi manfaat serta pesan moral yang beranjak pada kejadian di kehidupan sehari-hari pembaca.

Novel roman ini, berisikan konflik di kehidupan seorang manusia yang disajikan secara ringan. Cerita seputar percintaan, kasih sayang, persaudaraan dan pertemanan. Berkisah tentang seorang gadis bernama Tania dengan segala permasalahannya. Keluarga Tania adalah keluarga miskin yang selama tiga tahun hidup di sebuah lahan kosong pinggiran kota Depok, beralaskan dan beratapkan kardus, dengan sebuah pohon linden pada halamannya. Berawal dari kisah masa kecilnya yang sulit, dia harus menjalani hidup sebagai pengamen ibukota. Bersama adiknya, Dede, menyanyikan lagu sambil memainkan kecrengan dari satu bis kota ke bis kota lain. Ketiadaan ayah sedari mereka balita yang membuat hidup mereka sulit. Sampai suatu ketika nasib mereka berubah, saat Tuhan menyampaikan takdirnya lewat seorang penumpang bis kota yang selanjutnya dijuluki malaikat oleh dua kakak beradik ini. Danar, lelaki berusia 20 tahunan yang mereka temui di bis kota. Danar adalah nasib baik dan dia juga akan menjadi tokoh dalam kisah cinta Tania.

Danar yang sedari kecil tidak memiliki keluarga merasa sangat senang bertemu dengan keluarga Tania. Apalagi ibu, dia mengganggap ibu sebagai ibunya sendiri. Mencium tangannya, memberikan modal untuk membuat usaha kue dan mengajak Tania dan Dede kembali ke bangku sekolah. Dia pun menyatakan kesanggupannya untuk membiayai kehidupan keluarga ini. Kebaikannya terus dia berikan hingga kedua anak itu beranjak dewasa.

Beberapa tahun kemudian, ketika usia mereka bahkan belum memasuki usia remaja, sang ibu menyusul kematian sang ayah. Pesan menyentuh disampaikan oleh ibu Tania sebelum meninggal yaitu bahwa Tania tidak boleh menangis untuk hal apapun dan dalam kondisi sesulit apapun. Tania hanya boleh menangis untuk dia, si malaikat penolong mereka.

Hingga saat dewasa, Tania semakin mampu membuktikan bahwa hidupnya telah sukses, dengan bekerja pada sebuah perusahaan pialang terkemuka di Singapura. Sejak zaman sekolah Tania telah menjadi idola, tetapi tetap saja dia mengganggap semuanya biasa karena hatinya hanya milik Danar. Kisah cinta itu tak pernah tersampaikan karena alasan jarak umur yang memisahkan keduanya, karena hutang budi yang tak pernah habis membuatnya segan terhadap malaikatnya.

Ketika panggilan om berubah menjadi kak’, rasa cinta yang muncul sejak Tania berusia 11 tahun itu semakin berkembang seiring dengan pertambahan umurnya. Walaupun Tania masih kecil saat itu, ternyata Danar telah memiliki perasaan yang sama dengan Tania, hanya saja dia tidak mau mengungkapkannya karena menganggap Tania seperti adik sendiri.

Bukti-bukti perasaan itu semakin kuat terlihat pada kunjungan Danar ke Singapura. Tanpa sepengetahuan Tania ternyata liontin yang dimiliki Tania adalah liontin spesial. Karena ternyata dibaliknya terdapat gambar potongan pohon linden yang juga terdapat pada liontin Danar. Hanya pada liontin mereka berdua. Pohon linden adalah pohon yang sangat berarti bagi cerita ini karena pohon tersebut tumbuh di halaman rumah kardus tempat dulu Tania sekeluarga tinggal.

Danar pun akhirnya menikah dengan Ratna namun wanita ini hanya menjadi pelarian perasaannya saja. Menyakitkan bagi Tania, pernikahan ini telah membuat hatinya hancur. Namun, pernikahan itu tidak pernah bahagia, Ratna merasa bahwa dia kalah oleh bayangan lain yang dicintai Danar. Tidak ada cinta sejak awal. Ratna selalu membagi keluh kesahnya kepada Tania yang sedang bekerja di Singapura lewat email. Hal ini membuat Tania yang telah mau memaafkan tersebut penasaran dan tidak terima dengan perlakuan Danar terhadap Ratna hingga akhirnya Tania memutuskan untuk pulang ke Jakarta.

Pada akhir cerita, Tania mulai berani untuk mengungkapkan perasaannya, menanyakan kepada Danar tentang perasaannya, tentang pernikahannya. Dan ternyata semua benar, Danar memiliki perasaan yang sama dengan Tania. Semua tidak pernah terungkap. Namun, memang cinta tak harus dimiliki oleh keduanya.

Keunggulan Isi Buku :
Pada buku ini disajikan cerita yang menarik, menggunakan bahasa yang ringan dan penuh motivasi. Tentang bagaimana seseorang yang memiliki nasib yang tidak beruntung mampu meraih kesuksesan di masa depannya.

Kelemahan Isi Buku :
Cerita dalam buku ini memiliki alur yang mudah ditebak.

Saran-saran:
Sebaiknya pada novel ini ditambahkan lagi bagian-bagian cerita yang dapat membuat pembaca penasaran agar ceritanya menjadi semakin menarik.

Manfaat Buku:
Dapat menjadi motivasi bagi para pembaca untuk tidak patah semangat dalam meraih mimpi dan membuka sudut pandang pembaca terhadap cinta yang sulit untuk diungkapkan.


Sumber : http://www.untukku.com/artikel-untukku/pengertian-resensi-untukku.html

Minggu, 28 April 2013

CONTOH KASUS HUKUM PERIKATAN

Nama : Nur Rindi Dwi J
NPM : 25211323
Kelas : 2EB23


“Perjanjian Sewa Menyewa”

Pada permulaan PT Surabaya Delta Plaza (PT SDP) dibuka dan disewakan untuk pertokoan, pihak pengelola merasa kesulitan untuk memasarkannya. Salah satu cara untuk memasarkannya adalah secara persuasif mengajak para pedagang meramaikan komplek pertokoan di pusat kota Surabaya itu. Salah seorang diantara pedagang yang menerima ajakan PT surabaya Delta Plaza adalah Tarmin Kusno, yang tinggal di Sunter-Jakarta. Tarmin memanfaatkan ruangan seluas 888,71 M2 Lantai III itu untuk menjual perabotan rumah tangga dengan nama Combi Furniture. Empat bulan berlalu Tarmin menempati ruangan itu, pengelola SDP mengajak Tarmin membuat “Perjanjian Sewa Menyewa” dihadapan Notaris. Dua belah pihak bersepakat mengenai penggunaan ruangan, harga sewa, Service Charge, sanksi dan segala hal yang bersangkut paut dengan sewa menyewa ruangan. Tarmin bersedia membayar semua kewajibannya pada PT SDP, tiap bulan terhitung sejak Mei 1988 s/d 30 April 1998 paling lambat pembayaran disetorkan tanggal 10 dan denda 2 0/00 (dua permil) perhari untuk kelambatan pembayaran. Kesepakatan antara pengelola PT SDP dengan Tarmin dilakukan dalam Akte Notaris Stefanus Sindhunatha No. 40 Tanggal 8/8/1988.

Tetapi perjanjian antara keduanya agaknya hanya tinggal perjanjian. Kewajiban Tarmin ternyata tidak pernah dipenuhi, Tarmin menganggap kesepakatan itu sekedar formalitas, sehingga tagihan demi tagihan pengelola SDP tidak pernah dipedulikannya. Bahkan menurutnya, Akte No. 40 tersebut, tidak berlaku karena pihak SDP telah membatalkan “Gentlement agreement” dan kesempatan yang diberikan untuk menunda pembayaran. Hanya sewa ruangan, menurut Tarmin akan dibicarakan kembali di akhir tahun 1991. Namun pengelola SDP berpendapat sebaliknya. Akte No. 40 tetap berlaku dan harga sewa ruangan tetap seperti yang tercantum pada Akta tersebut. Hingga 10 Maret 1991, Tarmin seharusnya membayar US$311.048,50 dan Rp. 12.406.279,44 kepada PT SDP.

Meski kian hari jumlah uang yang harus dibayarkan untuk ruangan yang ditempatinya terus bertambah, Tarmin tetap berkeras untuk tidak membayarnya. Pengelola SDP, yang mengajak Tarmin meramaikan pertokoan itu. Pihak pengelola SDP menutup COMBI Furniture secara paksa. Selain itu, pengelola SDP menggugat Tarmin di Pengadilan Negeri Surabaya.


ANALISIS : Analisa menurut saya tentang contoh kasus "Perjanjian Sewa Menyewa" sudah mengikuti aturan yang ada (pihak PT SDP) dengan menggugat Tarmin di Pengadilan Negeri Surabaya. Dengan begitu Tarmin tidak seenaknya menyalahgunahi perjanjian yang telah dibuat dihadapan notaris dalam Akte Notaris Stefanus Sindhunatha No. 40 Tanggal 8/8/1988. Tarmin juga harus di hukum yang setimpal dengan membayar semua hutang kewajibannya pada PT SDP


Sumber : http://moenawar.multiply.com/journal/item/4?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

Minggu, 09 Desember 2012

USAHA KECIL DAN MENENGAH ( UKM )


Oleh :


  1. Erin Anggraini                (22211459)
  2. Gomar Sarif Sinaga        (23211096)
  3. Nur Rindi Dwi Jayanti   (25211323)





KATA PENGANTAR

               Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya maka kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “USAHA KECIL MENENGAH (UKM)“.
               Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas mata kuliah Koperasi di Universitas Gunadarma.
               Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
               Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin


                                                                                                                                             Bekasi, 26 November 2012


                                                                                                                                                           Penulis





BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

               UKM (Usaha Kecil Menengah) memegang peranan yang sangat besar dalam memajukan perekonomian Indonesia.Selain sebagai salah satu alternatif lapangan kerja baru,UKM juga berperan dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi pasca krisis nmoneter tahun 1997 di saat perusahaan-perusahaan besar mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya.Saat ini,UKM telah berkontribusi besar pada pendapatan daerah maupun pendapatan Negara Indonesia.
               UKM merupakan suatu bentuk usaha kecil masyarakat yang pendiriannya berdasarkan inisiatif seseorang.Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa UKM hanya menguntungka pihak-pihak tertentu saja.Padahal sebenarnya UKM sangat berperan dalam mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia.UKM dapat menyerap banyak tenaga kerja Indonesia yang masih mengganggur.Selain itu UKM telah berkontribusi besar pada pendapatan daerah maupun pendapatan negara Indonesia.
               UKM juga memanfatkan berbagai Sumber Daya Alam yang berpotensial di suatu daerah yang belum diolah secara komersial.UKM dapat membantu mengolah Sumber Daya Alam yang ada di setiap daerah.Hal ini berkontribusi besar terhadap pendapatan daerah maupun pendapatan negara Indonesia.
               Juga agar kita dapat mengetahui berapa besar keuntungan yang diperoleh apabila kita membuka sebuah usaha kecil dan menengah, dan kita dapat mengetahui cara mengelola usaha kecil dan menengah dengan baik, sehingga memperoleh laba yang cukup besar.untuk membangun sebuah usaha awal.


1.2. Tujuan

               Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua. Juga Untuk dapat memacu dan meningkatkan penghasilan maka di perlukan strategi UKM Waralaba.




BAB II
PEMBAHASAN 

2.1.Usaha Kecil Menengah

               Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”
               Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut: 1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha 2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah) 3. Milik Warga Negara Indonesia 4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar 5. Berbentuk usaha orang perseorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
               Untuk dapat memacu dan meningkatkan penghasilan maka di perlukan strategi ukm waralaba Di Indonesia, jumlah UKM hingga 2005 mencapai 42,4 juta unit lebih. Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM, dimasing-masing Propinsi atau Kabupaten/Kota yang dapat digunakan meningkatkan strategi UKM.


2.2. Ciri-ciri Usaha Kecil

  • Jenis barang/komoditi yang diusahakan umumnya sudah tetap tidak gampang berubah;
  • Lokasi/tempat usaha umumnya sudah menetap tidak berpindah-pindah;
  • Pada umumnya sudah melakukan administrasi keuangan walau masih sederhana, keuangan perusahaan sudah mulai dipisahkan dengan keuangan keluarga, sudah membuat neraca usaha;
  • Sudah memiliki izin usaha dan persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP;
  • Sumberdaya manusia (pengusaha) memiliki pengalaman dalam berwira usaha;
  • Sebagian sudah akses ke perbankan dalam hal keperluan modal;
  • Sebagian besar belum dapat membuat manajemen usaha dengan baik seperti business planning.

2.3. Contoh Usaha Kecil
  1. Usaha tani sebagai pemilik tanah perorangan yang memiliki tenaga kerja;
  2. Pedagang dipasar grosir (agen) dan pedagang pengumpul lainnya;
  3. Pengrajin industri makanan dan minuman, industri meubelair, kayu dan rotan, industri alat-alat rumah tangga, industri pakaian jadi dan industri kerajinan tangan;
  4. Peternakan ayam, itik dan perikanan;
  5. Koperasi berskala kecil.

2.4. Ciri-ciri Usaha Menengah
  • Pada umumnya telah memiliki manajemen dan organisasi yang lebih baik, lebih teratur bahkan lebih modern, dengan pembagian tugas yang jelas antara lain, bagian keuangan, bagian pemasaran dan bagian produksi;
  • Telah melakukan manajemen keuangan dengan menerapkan sistem akuntansi dengan teratur, sehingga memudahkan untuk auditing dan penilaian atau pemeriksaan termasuk oleh perbankan;
  • Telah melakukan aturan atau pengelolaan dan organisasi perburuhan, telah ada Jamsostek, pemeliharaan kesehatan dll;
  • Sudah memiliki segala persyaratan legalitas antara lain izin tetangga, izin usaha, izin tempat, NPWP, upaya pengelolaan lingkungan dll;
  • Sudah akses kepada sumber-sumber pendanaan perbankan;
  • Pada umumnya telah memiliki sumber daya manusia yang terlatih dan terdidik.

2.5. Contoh Usaha Menengah
               Jenis atau macam usaha menengah hampir menggarap komoditi dari hampir seluruh sektor mungkin hampir secara merata, yaitu:
  1. Usaha pertanian, perternakan, perkebunan, kehutanan skala menengah;
  2. Usaha perdagangan (grosir) termasuk expor dan impor;
  3. Usaha jasa EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut), garment dan jasa transportasi taxi dan bus antar proponsi;
  4. Usaha industri makanan dan minuman, elektronik dan logam;
  5. Usaha pertambangan batu gunung untuk kontruksi dan marmer buatan.

2.6. Kriteria Usaha Kecil Menurut UU No. 9 Tahun 1995 :
  1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
  2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah)
  3. Milik Warga Negara Indonesia
  4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar
  5. Berbentuk usaha orang perseorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
               Di Indonesia, jumlah UKM hingga 2005 mencapai 42,4 juta unit lebih. Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM, dimasing-masing Propinsi atau Kabupaten/Kota.


2.7. Kelebihan Dan Kelemahan Usaha Kecil Menengah
  1. Inovasi dalam teknologi yang dengan mudah terjadi dalam pengembangan produk.
  2. Hubungan kemanusiaan yang akrab di dalam perusahaan kecil.
  3. Fleksibilitas dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar yang berubah dengan cepat dibandingkan dengan perusahaan berskala besar yang pada umumnya birokratis.
  4. Terdapat dinamisme manajerial dan peranan kewirausahaan.
Kelemahan yang dimiliki Usaha Kecil dan Menengah (UKM) (Tambunan, 2002) adalah:
  1. Kesulitan pemasaran Hasil dari studi lintas Negara yang dilakukan oleh James dan Akarasanee (1988) di sejumlah Negara ASEAN menyimpulkan salah satu aspek yang terkait dengan masalah pemasaran yang umum dihadapi oleh pengusaha UKM adalah tekanan-tekanan persaingan, baik dipasar domestik dari produk-produk yang serupa buatan pengusaha-pengusaha besar dan impor, maupun dipasar ekspor.
  2. Keterbatasan finansial UKM di Indonesia menghadapi dua masalah utama dalam aspek finansial antara lain: modal (baik modal awal maupun modal kerja) dan finansial jangka panjang untuk investasi yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan output jangka panjang.
  3. Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) Keterbatasan sumber daya manusia juga merupakan salah satu kendala serius bagi UKM di Indonesia, terutama dalam aspek-aspek kewirausahaan, manajemen, teknik produksi, pengembangan produk, control kualitas, akuntansi, mesin-mesin, organisasi, pemprosesan data, teknik pemasaran, dan penelitian pasar. Semua keahlian tersebut sangat diperlukan untuk mempertahankan atau memperbaiki kualitas produk, meningkatkan efisiensi dan produktifitas dalam produksi, memperluas pangsa pasar dan menembus pasar baru.
  4. Masalah bahan baku Keterbatasan bahan baku dan input-input lain juga sering menjadi salah satu masalah serius bagi pertumbuhan output atau kelangsungan produksi bagi UKM di Indonesia. Terutama selama masa krisis, banyak sentra-sentra Usaha Kecil dan Menengah seperti sepatu dan produk-produk textile mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku atau input lain karena harganya dalam rupiah menjadi sangat mahal akibat depresiasi nilai tukar terhadap dolar AS.
  5. Keterbatasan teknologi Berbeda dengan Negara-negara maju, UKM di Indonesia umumnya masih menggunakan teknologi tradisonal dalam bentuk mesin-mesin tua atau alat-alat produksi yang sifatnya manual. Keterbelakangan teknologi ini tidak hanya membuat rendahnya jumlah produksi dan efisiensi di dalam proses produksi, tetapi juga rendahnya kualitas produk yang dibuat serta kesanggupan bagi UKM di Indonesia untuk dapat bersaing di pasar global.
               Keterbatasan teknologi disebabkan oleh banyak faktor seperti keterbatasan modal investasi untuk membeli mesin-mesin baru, keterbatasan informasi mengenai perkembangan teknologi, dan keterbatasan sumber daya manusia yang dapat mengoperasikan mesin-mesin baru.


2.8. Jenis-Jenis Usaha Kecil Menengah

      Ada 3 jenis usaha yang bisa dilakukan oleh UKM untuk menghasilkan laba.
Ketiga jenis usaha tersebut adalah :
  1. Usaha Manufaktur (Manufacturing Business) Yaitu usaha yang mengubah input dasar menjadi produk yang bisa dijual kepada konsumen. Kalau anda bingung, contohnya adalah konveksi yang menghasilkan pakaian jadi atau pengrajin bambu yang menghasilkan mebel, hiasan rumah, souvenir dan sebagainya.
  2. Usaha Dagang (Merchandising Business) Adalah usaha yang menjual produk kepada konsumen. Contohnya adalah pusat jajanan tradisional yang menjual segala macam jajanan tradisional atau toko kelontong yang menjual semua kebutuhan sehari-hari.
  3. Usaha Jasa (Service Business) Yakni usaha yang menghasilkan jasa, bukan menghasilkan produk atau barang untuk konsumen. Sebagai contoh adalah jasa pengiriman barang atau warung internet (warnet) yang menyediakan alat dan layanan kepada konsumen agar mereka bisa browsing, searching, blogging atau yang lainnya. Sekarang saya akan bertanya kepada anda. Saya punya perusahaan yang bergerak di bidang agrobisnis, budidaya udang, di dalamnya termasuk pembibitan dan pembesaran.

2.9. Contoh Usaha Kecil Menengah

Usaha Roti Bakar
     Masyarakat saat ini sudah mulai berhati-hati dalam memilih dan membeli makanan. Zaman dahulu orang dalam membeli makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah, terutama bagi kalangan masyarakat menengah kebawah, hal inilah yang menjadi prioritas utama bagi masyarakat dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalam makanan yang akan mereka beli.
     Saat ini roti banyak menjadi pilihan manusia untuk makanan ringan, dimana dari segi rasa menawarkan cukup banyak rasa yang ditawarkan, dari segi gizi juga memenuhi kebutuhan gizi manusia, dari segi harga dapat mudah dijangkau semua kalangan masyarakat.
     Proposal Usaha Roti Bakar - Dari fenomena diatas maka sangat cocok dan potensial bila kita mendirikan sebuah usaha jualan roti bakar, dimana dari segi rasa memenuhi konsumen yaitu enak, dari segi gizi sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen karena mengandung karbohidrat, protein dll. Dari segi harga terbilang mudah dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.

A. Kebutuhan Modal Awal 2 Gerobak / Biaya Tetap
  • Tempat untuk jualan / Gerobak : Rp.2.000.000
  • Tempat untuk bakar roti (Wajan) : Rp. 300.000
  • Kompor : Rp. 200.000
  • Dekelit 3 x 4 m : Rp. 150.000
  • Tempat selai / Toples 4 buah : Rp. 40.000
  • Garpu roti : Rp. 15.000
  • Pisau roti : Rp. 8.000
  • Solet besar 4 biji : Rp. 16.000
  • Solet Kecil 4 biji : Rp. 20.000
  • Parutan keju 2 buah : Rp. 9.000
  • Tempat garpu, pisau : Rp. 45.000
  • Sticker dan daftar harga roti : Rp. 30.000
  • Jumlah : Rp. 2.633.000,- 
B. Kebutuhan Bulanan 2 Gerobak / Biaya Variabel 1
  • Selai strawberry 10 kg : Rp. 70.000
  • Selai nanas 10 kg : Rp. 70.000
  • Simas 12,5 kg : Rp.113.000
  • Cokelat ceres 12,5 kg : Rp.175.000
  • Kacang 4 kg : Rp. 56.000
  • Susu 36 kaleng : Rp.216.000
  • Keju10 biji :Rp.140.000
  • Pisang 1 tundun :Rp. 40.000
  • Plastic 3 pack :Rp. 12.000
  • Kertas roti 1 pack :Rp. 15.000
  • Jumlah : Rp.907.000
C. Kebutuhan 2 hari sekali untuk 2 Gerobak / Biaya Variabel 2
  1. Roti 40 biji : Rp.88.000
  2. Minyak tanah 4 liter : Rp.10.000
  3. Jumlah : Rp.98.000
Maka selama 1 bulan biaya untuk beli roti dan minyak tanah = Rp.98.000 X 15 = Rp.1.470.000

Jadi jumlah total pengeluaran selama 1 bulan Variabel 1 + Biaya Variabel 2 = Rp. 907.000 + Rp.1.470.000 = Rp.2.377.000

D. Estimasi Biaya dan Pendapatan

  1. Diperkirakan setiap hari 1 gerobak mampu terjual roti sebanyak 8 buah. Maka selama 1 bulan untuk 1 gerobak diperkirakan = 8 x 30 hari : 240 roti
  2. 2 gerobag maka 1 bulan diperkirakan roti yang terjual = 240 x 2 gerobak : 480 roti
Pendapatan kotor 1bulan (harga roti terendah) = 480 roti x Rp.6.000 = Rp.2.880.000 Pendapatan bersih 1 bulan = Pendapatan kotor – Pengeluaran Biaya keseluruhan = Rp.2.880.000 – Rp.2.377.000 = Rp.503.000

Pendapatan sebesar Rp.503.000 adalah pendapatan dari harga jual roti terendah, sedangkan kita mempunyai bermacam–macam harga roti sesuai dengan rasa yang dinginkan ini dapat dilihat pada tabel daftar harga roti berikut ini :

Daftar Harga
Padahal dalam sehari roti yang terjual tidak selamanya index harga yang terendah, index harga roti yang terjual brevariasi sesuai dengan permintaan pembeli rasa apa yang pembeli inginkan. Sehingga bukan tak mungkin pendapatan bersih kita selama 1 bulan bisa mencapai lebih dari Rp.503.000
  • Nanas/Strawbery Rp. 6.000
  • Kombinasi Nanas/Strawbery + Kacang = Rp. 6.500
  • Kombinasi Nanas/Strawbery + Pisang = Rp. 6.500
  • Kombanisi Nanas/Strawbery + Coklat = Rp. 7.000
  • Kombinasi Nanas/Strawbery + Keju = Rp. 7.000
  • Coklat + Coklat = Rp. 7.500
  • Kombinasi Coklat + Pisang = Rp. 7.500
  • Kombinasi Coklat + Kacang = Rp. 7.500
  • Pisang + Pisang = Rp. 8.000
  • Kacang + Kacang = Rp. 8.000
  • Kombinasi Kacang + Pisang = Rp. 8.000
  • Kombinasi Keju + Pisang = Rp. 8.500
  • Kombinasi Keju + Coklat = Rp. 8.500
  • Kombinasi Keju + Kacang = Rp. 8.500
  • Keju + Keju = Rp. 9.000
  • Special = Rp.10.000




KATA PENUTUP


               Demikianlah hasil dari makalah yang telah kami buat dalam rangka memperdalam wawasan kami tentang Usaha Kecil dan Menengah. Semoga dengan terbentuknya makalah ini, kami dapat memberikan pengetahuan yang luas kepada semua orang yang membacanya terutama bagi Mahasiswa-Mahasiswi Gunadarma. Kami juga berharap bahwa dengan terbentuknya makalah ini, semua orang yang membutuhkan bahan-bahan yang terkait dengan Usaha Kecil dan Menengah menjadi tertolong dan tidak kesulitan dalam mencari bahan-bahan yang dibutuhkan.
               Makalah ini kami persembahkan bagi berkembangnya struktur pendidikan. Semoga apa yang tertulis di dalam makalah ini selalu abadi dan memberikan berkah yang tiada hentinya dalam kehidupan kita bersama
              Terima kasih atas segala pihak yang telah membantu terbentuknya makalah ini. Semoga bantuan anda sekalian tidak sia-sia.




DAFTAR PUSTAKA


Kamis, 21 Juni 2012

Tugas Pengantar Komputer & TI 2C


Nama : Nur Rindi Dwi Jayanti
NPM : 25211323
Kelas : 1EB21

ARTIKEL e-commerce



E-commerce atau bisa disebut Perdagangan elektronik atau e-dagang adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.

E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.
E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003.

Kita dapat melakukan order dengen cepat diinternet – dalam orde menit – tetapi proses pengiriman barang justru memakan waktu dan koordinasi yang lebih rumit, bisa memakan waktu mingguan. Menurut Softbanks Rieschel, Internet hanya menyelesaikan 10% dari proses transaksi, sementara 90 % lainnya adalah biaya untuk persiapan infrastruktur back-end, termasuk logistic. Reintiventing dunia bisnis bukan berarti menggantikan system yang ada, tapi justru komplemen dan ekstensi dari system infratruktur perdagangan dan produksi yang ada sebelumnya.

Dalam mengimplementasikan e-commerce tersedia suatu integrasi rantai nilai dari infrastrukturnya, yang terdiri dari tiga lapis. Perama, Insfrastruktur system distribusi (flow of good) kedua, Insfrastruktur pembayaran (flow of money) Dan Ketiga, Infrastruktur system informasi (flow of information). Dalam hal kesiapan infrastruktur e-commerce, kami percaya bahwa logistics follow trade, bahwa semua transaksi akan diikuti oleh perpindahan barang dari sisi penjual kepada pembeli. Agar dapat terintegrasinya system rantai suplai dari supplier, ke pabrik, ke gudang, distribusi, jasa transportasi, hingga ke customer maka diperlukan integrasi enterprise system untuk menciptakan supply chain visibility.

Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.

Jenis-jenis E-Commerce
Kegiatan E-Commerce mencakup banyak hal, untuk membedakannya E-Commerce dibedakan menjadi 2 berdasarkan karakteristiknya:
1. Business to Business, karakteristiknya:
• Trading partners yang sudah saling mengetahui dan antara mereka sudah terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama.
• Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati bersama.
• Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan mereka lainnya untuk mengirimkan data.
• Model yang umum digunakan adalah peer to peer, di mana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

2. Business to Consumer, karakteristiknya:
• Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secra umum pula.
• Servis yang digunakan juga bersifat umum, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.
• Servis yang digunakan berdasarkan permintaan.
• Sering dilakukan sistim pendekatan client-server. (Onno W. Purbo & Aang Arif. W; Mengenal E-Commerce, hal 4-5)

Tujuan Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
Tujuan suatu perusahaan menggunakan sistim E-Commerce adalah dengan menggunakan E-Commerce maka perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dalam meningkatkan keuntungannya.

Manfaat Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
Manfaat dalam menggunakan E-Commerce dalam suatu perusahaan sebagai sistem transaksi adalah:
a. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
Transaksi on-line yang membuat semua orang di seluruh dunia dapat memesan dan membeli produk yang dijual hanya dengan melalui media computer dan tidak terbatas jarak dan waktu.
b. Menurunkan biaya operasional (operating cost).
Transaksi E-Commerce adalah transaksi yang sebagian besar operasionalnya diprogram di dalam komputer sehingga biaya-biaya seperti showroom, bebangaji yang berlebihan, dan lain-lain tidak perlu terjadi
c. Melebarkan jangkauan (global reach).
Transaksi on-line yang dapat diakses oleh semua orang di dunia tidak terbatas tempat dan waktu karena semua orang dapat mengaksesnya hanya dengan menggunakan media perantara komputer.
d. Meningkatkan customer loyalty.
Ini disebabkan karena sistem transaksi E-Commerce menyediakan informasi secara lengkap dan informasi tersebut dapat diakses setiap waktu selain itu dalam hal pembelian juga dapat dilakukan setiap waktu bahkan konsumen dapat memilih sendiri produk yang dia inginkan.
e. Meningkatkan supply management.
Transaksi E-Commerce menyebabkan pengefisienan biaya operasional pada perusahaan terutama pada jumlah karyawan dan jumlah stok barang yang tersedia sehingga untuk lebih menyempurnakan pengefisienan biaya tersebut maka sistem supply management yang baik harus ditingkatkan.
f. Memperpendek waktu produksi.
Pada suatu perusahaan yang terdiri dari berbagai divisi atau sebuah distributor di mana dalam pemesanan bahan baku atau produk yang akan dijual apabila kehabisan barang dapat memesannya setiap waktu karena on-line serta akan lebih cepat dan teratur karena semuanya secara langsung terprogram dalam komputer.

Pernyataan-pernyataan Onno W. Purbo di atas juga didukung oleh permyataan Laura Mannisto (International Telecommunication Union, Asia and the Future of the World Economic System, 18 March 1999, London), yaitu:
a. Ketersediaan informasi yang lebih banyak dan mudah diakses Ketersediaan informasi produksi dan harga dapat diakses oleh pembeli, penjual, produsen dan distributor.
b. Globalisasi Produksi, distribusi dan layanan konsumen : jarak dan waktu relatif lebih pendek, sehingga perusahaan dapat berhubungan dengan rekan bisnis di lain negara dan melayani konsumen lebih cepat. Produsen dapat memilih tempat untuk memproduksi dan melayani konsumen tidak tergantung dimana konsumen itu berada. Perusahaan yang berada di negara berpendapatan rendah dapat mengakses informasi dan membuat kontak bisnis tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi.
c. Mengurangi biaya transaksi dengan adanya system order, pembayaran dan logistik secara online dan otomatis.

Ancaman Menggunakan E-Commerce (Threats)
Threats merupakan kemungkinan-kemungkinan munculnya kejadian yang dapat membahayakan asset-aset yang berharga.
Ada beberapa bentuk ancaman yang mungkin terjadi:
• System Penetration
Orang-orang yang tidak berhak melakukan akses ke system computer dapat dan diperbolehkan melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya.
• Authorization Violation
Pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang legal yang dimiliki seseorang yang berhak mengakses sebuah sistim.
• Planting
Memasukan sesuatu ke dalam sebuah system yang dianggap legal tetapi belum tentu legal di masa yang akan datang.
• Communications Monitoring
Seseorang dapat mernantau semua infonnasi rahasia dengan melakukan monitoring komunikasi sederhana di sebuah tempat pada jaringan komunikasi.
• Communications Tampering
Segala hal yang membahayakan kerahasiaan informasi seseorang tanpa melakukan penetrasi, seperti mengubah infonnasi transaksi di tengah jalan atau membuat sistim server palsu yang dapat menipu banyak orang untuk memberikan infonnasi rahasia mereka secara sukarela.
• Denial of service
Menghalangi seseorang dalam mengakses informasi, sumber, dan fasilitas-fasilitas lainnya.
• Repudiation
Penolakan terhadap sebuah aktivitas transaksi atau sebuah komunikasi baik secara sengaja maupun tidak disengaja.

Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
1. Menyediakan harga kompetitif
2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
7. Mempermudah kegiatan perdagangan

Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:
* E-mail dan Messaging
* Content Management Systems
* Dokumen, spreadsheet, database
* Akunting dan sistem keuangan
* Informasi pengiriman dan pemesanan
* Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
* Sistem pembayaran domestik dan internasional
* Newsgroup
* On-line Shopping
* Conferencing
* Online Banking

Perusahaan yang terkenal dalam bidang ini antara lain: eBay, Yahoo, Amazon.com, Google, dan Paypal. Untuk di Indonesia, bisa dilihat tradeworld.com, bhineka.com, fastncheap.com, dll.

Mengakses :
Hari/Tanggal : Kamis, 21-06-2012
Jam : 17:30

Sumber : http://www.baliorange.web.id/pengertian-ecommerce/
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/e-commerse-definisi-jenis-tujuan.html http://magnapam.wordpress.com/2012/03/09/artikel-e-commerce/

Jumat, 08 Juni 2012

2013, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Ditopang Investasi Asing

Pemerintah optimistis sektor investasi akan menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013, meski ketidakpastian perekonomian global masih melanda akibat krisis di Eropa. "Foreign Direct Investment (FDI), kami melihat masih berpotensi tinggi karena investor asing melihat pasar Indonesia besar," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro di Jakarta, baru-baru ini.

Untuk itu, agar pemerintah dapat mencapai angka pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 12,1 persen, maka upaya pembangunan infrastruktur dalam proyek Masterplan Percepatan Pembangunan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI) harus dilakukan. "Kami perkuat belanja modal untuk infrastruktur lalu (membangun) proyek-proyek infrastruktur pada MP3EI," kata Bambang.

Menurut dia, dengan adanya pembenahan infrastruktur tersebut maka investasi yang dapat menciptakan lapangan kerja seperti sektor retail, telekomunikasi, atau transportasi dapat makin meningkat di Indonesia. "Meski yang masuk bukan investasi yang berorientasi ekspor tapi paling tidak investasi itu cukup besar dan menyerap tenaga kerja," ujarnya.

Selain itu, kata Bambang, penerapan aturan bea keluar bagi barang tambang juga diharapkan mendorong investasi dalam pembangunan smelter atau pabrik pengolahan yang bermanfaat meningkatkan industri hilirisasi. "Kami berharap investasi di smelter sekarang. Kalau tambangnya tidak boleh diekspor berarti ada bidang baru namanya smelter. Dan smelter itu melihat potensi mineral Indonesia menjadi bisnis bagus," ujarnya.

Sedangkan,Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan, pertumbuhan investasi untuk tahun depan tidak secepat yang diharapkan, sehingga pertumbuhan ekonomi diproyeksi pada perkiraan 6,4 persen--6,8 persen.

Perkiraan pertumbuhan ekonomi tersebut lebih rendah dari perkiraan pemerintah yang tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2013 pada kisaran 6,8 persen--7,2 persen. "BI perkirakan kemampuan kami mengundang investor atau (membangun) infrastruktur untuk (mendorong) investasi belum secepat yang kita harapkan," ujar Darmin.

Menurut Darmin, BI memperkirakan angka PMTB berada pada 10,5 persen dan ekspor barang dan jasa untuk tahun depan pada kisaran 11,2 persen. Hal ini dibawah ekspektasi pemerintah yang ingin mencatatkan angka PMTB sebesar 12,1 persen dan ekspor barang dan jasa sebesar 11,9 persen.

Sumber :http://berita.liputan6.com/read/408458/2013-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-ditopang-investasi-asing

Kondisi Perekonomian - Indonesia Waspadai Dampak Krisis Eropa

Pemerintah mewaspadai dampak krisis Eropa terhadap perekonomian Indonesia. Dampak krisis tersebut bisa sampai ke Indonesia melalui perdagangan, keuangan ataupun kepercayaan investor.

Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo mengatakan, dari semua dampak yang bisa sampai ke Indonesia, yang paling dikhawatirkan adalah berkurangnya perhatian serta dukungan lembaga keuangan dunia terhadap kawasan Asia. “Banyak lembaga keuangan yang mempunyai portofolio di Eropa dan mereka perlu melakukan konsolidasi, melakukan penyehatan perbankan. Mungkin (itu) bisa mengurangi peran mereka di dunia, termasuk di kawasan Asia,” papar Agus di Gedung DPR, Jakarta,kemarin.

Potensi berkurangnya perhatian lembaga keuangan itulah yang membuat Agus Marto meminta semua pihak untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi krisis. Indonesia harus bisa mengatasi gejolak krisis yang mulai muncul, khususnya yang terkait dengan pasar uang. Sebagai catatan, krisis Eropa yang terus memburuk ikut berpengaruh terhadap pergerakan nilai tukar rupiah dan indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pekan lalu, misalnya, rupiah mengalami pelemahan cukup tajam hingga menyentuh level Rp9.550 per dolar Amerika Serikat (AS).

“Kita mesti jaga kondisi seperti yang terjadi dua minggu ini, yaitu adanya gejolak-gejolak yang nanti akan ada dampaknya terhadap pasar uang dan nanti ke pasar modal,” imbuhnya. Lebih lanjut, Agus menjelaskan Indonesia telah memiliki sejumlah perangkat untuk menangkal krisis sehingga dampaknya diharapkan tidak terlalu besar. Perangkat tersebut berupa crisis management protocol,rasio utang yang sehat, perekonomian domestik yang kuat, serta kebijakan fiskal yang sehat. Mantan Direktur Utama Bank Mandiri tersebut mengungkapkan, krisis Eropa juga bisa berdampak ke perdagangan.

Namun,lantaran Indonesia tidak terlalu bergantung dengan ekspor sehingga pengaruhnya tidak terlalu besar. Mengenai pelemahan rupiah, Agus Marto melihat rupiah akan sulit kembali ke posisi sebelumnya dalam waktu dekat.Namun,melemahnya rupiah ini seharusnya dijadikan peluang untuk meningkatkan ekspor sehingga neraca perdagangan April yang mulai defisit bisa sedikit berkurang. Sebagai catatan, neraca perdagangan April 2012 mencatatkan defisit sebesar USD641,1 juta.

Defisit disebabkan tidak berimbangnya antara laju ekspor dan impor. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor pada April 2012 mencapai USD15,98 miliar, sementara impornya melampauiUSD16,62 miliar. “Rupiah yang melemah ini baik untuk tetap membuat eksportir kita tetap punya daya saing dan bisa mengurangi keinginan impor barangbarang yang tidak prioritas,” ucapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Bambang PS Brodjonegoro mengingatkan neraca perdagangan yang mulai defisit berbahaya bagi neraca pembayaran. Pihaknya juga tidak bisa memprediksi kapan perlambatan ekspor berakhir.“Kalau neraca tidak bisa cepat recover, current account bisa defisit,”ujarnya. Sementara itu, setelah melemah tajam pada perdagangan Senin lalu (4/6), IHSG pada perdagangan kemarin berhasil berbalik arah menuju teritori positif. IHSG naik 63,29 poin atau 1,73% dan ditutup pada level 3.717,876.

Analis PT Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, IHSG menguat lantaran terdorong bursa kawasan yang juga bergerak dalam zona hijau. Gerak IHSG juga ditopang aksi beli investor menyusul kondisi saham-saham unggulan yang sudah mengalami fase jenuh jual. Bursa Asia kemarin kembali menguat di tengah harapan menjelang para pembuat kebijakan dari kelompok 7 negara industri maju (G-7) untuk meredam krisis Eropa.

Pertemuan khusus yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Jepang, Jerman,Prancis,Inggris, Italia,dan Kanada pada Selasa (5/6) waktu Washington itu disebut- sebut akan menyusun kerangka pembicaraan sebelum KTT G-20 yang akan berlangsung di Meksiko pekan ketiga bulan ini. Kemarin, mayoritas bursa Asia bergerak positif dipimpin Nikkei yang ditutup naik 1,04% ke level 8.382 poin.

Ini merupakan rebound yang cukup baik setelah sehari sebelumnya anjlok ke level terendah dalam 28 tahun. Di China, indeks Hang Seng juga menguat 0,4%, Kospi (Seoul, Korea Selatan) naik 1,05%,dan Straits Times menguat 0,5%.

Sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/500970/

Minggu, 13 Mei 2012

Ekonomi Indonesia yang Pragmatis

KabarIndonesia - Sejarah ekonomi Indonesia selalu ditandai tarikan kepentingan politik dan respons pragmatis terhadap berbagai masalah dan kemungkinan ekonomi, baik di lingkungan lokal maupun global. Tepat kiranya untuk mengatakan bahwa para ekonom dan teknokrat Indonesia, baik pada masa awal kemerdekaan maupun pada masa Orde Baru dan Reformasi, hanya bertindak sebagai franchisepemikiran Barat. Dengan kata lain mereka tidak menciptakan teori sendiri yang orisinal (Dawam Rahardjo, 1992). 

Globalisasi informasi dan teknologi mengarahkan paradigma mereka menjadi kutu loncat dari satu pasar ke pasar yang lain. Padahal, merekalah yang ditasbihkan sebagai motor penggerak untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. 

Iklim ekonomi yang (relatif) kondusif belakangan ini akan membawa pengambil kebijakan negeri ini terbuai mimpi manis “Indonesia Incorporate”yang dalam praktiknya lebih banyak disalahgunakan dan diselewengkan. Saat mimpi-mimpi ini terkubur, pragmatisme kebijakan ekonomi dijadikan solusi pintas keluar dari aneka masalah, yang kerap disebabkan salah urus dan pencampuradukan ekonomi dan politik yang berlebihan. 
     
Pragmatisme ekonomi disini berarti suatu pendapat bahwa untuk mencapai kemakmuran masyarakat tindakan-tindakan ekonomi lebih relevan dibandingkan memperbincangkan prinsip realitasnya (ontology). Dalam pendekatan filsafat, pragmatisme adalah cara berpikir yang menempatkan kebenaran pendapat diukur dari hasil praktisnya (outcome). 
    
Dialektika kebijakan ekonomi lebih 40 tahun terakhir membuktikan pergolakan ini. Tumpukan masalah yang nyaris membekukan perekonomian pada era Orde Lama bisa kemudian dicairkan dengan kebijakan pragmatisme liberalisasi keuangan dan perdagangan pada akhir 1960-an. Namun, kebijakan ini tidak bertahan lama. Iklim ekonomi global yang kondusif berupa membumbungnya harga minyak pada era 1970-an dan awal 1980-an menyebabkan kuatnya kembali tarikan politik dalam perekonomian, yang ditandai dengan proteksi dan subsidi besar-besaran. Ketika harga minyak kembali turun pada awal 1980-an, sekali lagi dibutuhkan respon pragmatis melalui deregulasi besar-besaran dan pemberangusan berbagai subsidi yang bersifat distorsif pada perekonomian. 
     
Manifestasi dari dualisme tarikan itu adalah satu bentuk kabinet bifurkasi (Rock 1995, 1999). Kabinet bifurkasi adalah satu kebijakan dua kaki. Di satu sisi ada teknorat ekonomi yang bertanggung jawab mengelola kebijakan makro-ekonomi berupa pengendalian inflasi, suku bunga, nilai tukar, berbagai kebijakan, dll. Di sisi mikro-ekonomi ditempatkan para kroni dan kaki tangan politik dari mereka yang dekat dengan kekuasaan, sebagai balas jasa politik atau untuk berbagai tujuan lain yang pada intinya demi melanggengkan dan menambah kekuasaan. 
     
Konsekuensi kabinet bifurkasi, para teknorat ekonomi adalah sebatas montir yang digunakan sewaktu-waktu bila mesin perekonomian memanas atau memerlukan terapi tertentu. Sementara pengendali sebenarnya dari roda perekonomian adalah mereka yang dekat tampuk kekuasaan berikut para kroninya. Pelaku pasar, dan investor justru memiliki kesempatan untuk menjalankan kegiatan ekonominya tanpa harus terganggu oleh perbenturan pasar ekonomi yang keras. 
     
Jadi, proses politik dan perilaku elite tampak membingungkan. Tetapi, hal tersebut juga harus dianggap sebagai proses belajar demokrasi dan bisa juga cuma sebuah refleksi kedangkalan politik Indonesia. Kegaduhan tersebut seperti kegaduhan pasar pada umumnya. 
     
Dewasa ini, pada Orde Reformasi, pola yang sama terus berlanjut dengan pengungkapan dan tekanan implikasi yang nyaris serupa. Perekonomian dibiarkan berjalan tanpa prioritas dan alur yang jelas pada bidang mikro, seperti kebijakan penguatan sektor riil di bidang pertanian, industri, dan ketenagakerjaan. Sementara saat terjadi masalah, seperti krisis global, berbagai jurus dan kebijakan yang bersifat makro dikeluarkan, untuk menjaga perekonomian terjerembab lebih dalam dan mempercepatnya keluar dari krisis. 
     
Pola ini terus berlanjut pada pemilihan kebijakan ekonomi 2009-2014. Pada portofolio di bidang makro, para teknorat akan ditempatkan dengan misi mempercepat transisi krisis dan memperkuat fondasi makro-ekonomi. Sementara pada bidang mikro akan diisi oleh mereka yang dipilih atas dasar balas jasa politik atau kepentingan kekuasaan yang ada. 
     
Berlanjutnya pola bifurkasi disebabkan masih adanya kebutuhan jaminan stabilitas politik dalam pemerintahan lima tahun ke depan. Hal ini terlepas dari dominannya koalisi pemerintahan yang akan terbentuk. Dukungan parlemen mayoritas saat ini amat rentan terhadap ketidakpuasan. Dengan demikian, bila elemen-elemen pendukungnya tidak diakomodasi dalam gemah ripah singgasana kekuasaan akan menyebabkan guncangan dari dalam, yang bisa mengganggu jalannya pemerintahan. 
     
Pembentukan kabinet bifurkasi berlanjut ini dalam jangka pendek memang terbukti efektif menyelamatkan Indonesia dari dampak krisis global, meski harus diakui bahwa kebijakan ini bukan satu-satunya penyelamat perekonomian Indonesia. Akan tetapi, pembentukan kabinet bifurkasi tidak memberikan signifikansi ‘bantuan’ dalam mengatasi persoalan kronis, seperti kemiskinan dan pengangguran, de-industrialisasi serta kekakuan pasar kerja, dibutuhkan kebijakan ekonomi yang genial di bidang mikro, untuk melakukan aneka terobosan guna menghentikan pelemahan sektor riil yang terus menghantam.


Sumber : http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=20&jd=Ekonomi+Indonesia+yang+Pragmatis&dn=20120511112806
     

Minggu, 15 April 2012

Ekonomi Indonesia Tumbuh Konservatif

Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan konservatif menyusul adanya krisis di zona Eropa dan Amerika. "Dalam situasi semacam ini target pertumbuhan ekonomi kita sekitar 6,5 persen dari tahun lalu, tapi tahun ini mungkin akan konservatif sekitar 6,3 hingga 6,7 persen," kata Chairul di acara Citi Bank Indonesia Ekonomic and Political Outlook di Jakarta, Rabu 11 April 2012 Namun, Chairul menjelaskan, naiknya peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Moody's Ratings akan membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia. "Aliran dana masuk akan datang, dan ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk menambah fortofolio kita," kata pemilik CT Corp ini. "Ke depan Indonesia akan menjadi tempat yang bagus untuk investasi." Chairul mengatakan, terbebasnya Indonesia dari krisis tak lepas dari tepatnya penanganan pemerintah. "Krisis ini bagian dari transisi ekonomi menuju perkembangan yang lebih baik dan paling penting adalah bagaimana kita bisa mengelolanya dengan baik," ujar dia. Chairul melihat, Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat potensial. Bila sumber daya ini digunakan, bisa membuat pertumbuhan ekonomi lebih mantap. Sayangnya, masih sering terjadi konflik di masyarakat. Sumber : http://bisnis.vivanews.com/news/read/303502-ekonomi-tumbuh-konservatif

Selasa, 13 Maret 2012

Perekonomian Indonesia 2012 akan tumbuh enam persen

Jakarta (ANTARA News) - Di tengah lambatnya laju pertumbuhan ekonomi global, Deutsche Bank justru memperkirakan perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan sekitar enam persen pada 2012.

"Pada 2012 daya beli masyarakat Indonesia masih akan tinggi dan keyakinan bisnis juga semakin kuat, sehingga diperkirakan perekonomian akan tumbuh sekitar enam persen," kata Chief Economist Deutsche Bank untuk Indonesia, Taimur Baig, dalam acara "Market Outlook" di Jakarta, Senin.

Taimur menyatakan, kinerja perekonomian Indonesia sepanjang 2011 sangat mengesankan di tengah pertumbuhan ekonomi dunia yang sedang melemah.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2011 sangat kuat, terbukti dengan adanya investor yang sehat, inflasi yang berada di bawah tren, serta pasar komoditas yang positif," kata Taimur.

Ia menambahkan, meski melemahnya pasar komoditas bisa memperlambat laju pertumbuhan ekonomi pada 2012, namun perekonomian akan tetap bergerak naik.

"Kami memprediksi kontribusi ekspor bersih terhadap pertumbuhan ekonomi akan menurun pada 2012, namun tingkat penurunannya tidak lebih dari 0,5 persen terhadap pertumbuhan produk domestik bruto.

Sementara dari sisi investasi, diprediksi sektor pertambangan, transportasi, infrastruktur dan ritel akan semakin kuat, ujarnya.

Menurut dia, berkurangnya ekspor sekitar 0,5 persen disebabkan adanya penurunan pada sektor manufaktur dan komoditas di China, sehingga memberikan dampak terhadap Indonesia.

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/291947/perekonomian-indonesia-2012-bakal-tumbuh-enam-persen

Minggu, 04 Maret 2012

2012, Tahun Kebangkitan Bisnis Properti

[JAKARTA] Prospek bisnis properti terus meningkat. Tahun 2012 ini dipandang sebagai kebangkitan bisnis properti. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang baik, turunnya suku bunga, dan meningkatnya daya beli masyarakat menjadi faktor utama bangkitnya bisnis properti.

Menurut pengamat properti Panangian Simanungkalit, 2012 ini, bisnis properti di Indonesia adalah yang paling menguntungkan di dunia. “Bisnis properti tahun ini sangat bagus. Karena ekonomi baik, daya beli tinggi dan suku bunga sangat rendah. Akibatnya, bank berlomba-lomba sehingga konsumen dimanjakan,” tutur Panangian kepada SP di Jakarta, Selasa (28/2).

Panangian akan berbicara pada SP Business Gathering, di Hard Rock CafĂ©, Jakarta, Rabu (29/2). Menurut dia, kesempatan seperti ini belum pernah terjadi di Indonesia sebelumnya. “Dulu bunga kita 12% , sekarang 8% dan fix lima tahun. Inilah tanda-tanda akan booming property,” ucapnya.

Bahkan, kenaikan BBM yang akan memberi dampak pada inflasi, menurut Panangian tidak akan berdampak signifikan terhadap bisnis ini. “Ekonomi kita tumbuh cukup tinggi, dan inflasi kita saat ini sangat rendah, jadi kalaupun naik sedikit tidak akan berpengaruh. Selain itu harus diingat, bank sekarang mengelami kelebihan likuditas. Sehingga mereka akan bersaing untuk menawarkan kredit,” paparnya. Disampaikan Panangian, menurut data BPS 2011, masih ada sekitar 14 juta keluarga, atau 23% dari 61 juta keluarga di Indonesia, yang belum memiliki rumah. “Hal ini membuat prospek properti di Indonesia sangat luar biasa,” ucapnya.

Di sisi lain, pemerintah juga terlihat sulit menyediakan rumah bagi keluarga berpenghasilan menengah ke bawah.

“Lihat saja, demand rumah mencapai 900 ribu unit per tahun, sementara suplai hanya 80 ribu per tahun. Selain itu, di Indonesia semua segmen pasar properti sangat terbuka sebagai investasi atau bisnis bagi investor dan pengembang termasuk pasar untuk kelas paling bawah,” jelasnya.

Kawasan yang paling prospektif untuk investasi properti di 2012 ini, menuurt Panangian adalah Jabodetabek. Alasannya, kebutuhan hunian yang tertinggi di Indonesia tahun ini masih ada di Jabodetabek.

“Saya memperkirakan dalam sepuluh tahun ke depan, penduduk Jabodetabek akan bertambah 7,2 juta jiwa. Jika diasumsikan satu rumah dihuni empat orang, maka dalam sepuluh tahun ke depan akan diperlukan 1,8 juta unit hunian, sehingga setiap tahun akan dibutuhkan setidaknya 180 ribu unit hunian,” ujarnya.

Panangian memprediksi, kondisi yang baik ini akan berlangsung paling tidak hinggga lima tahun ke depan. Untuk itu, Panangian memberi saran, properti yang menjanjikan adalah yang berada di sunrise location. “Sunrise location akan menjadi incaran tahun ini untuk tujuan menciptakan tingkat pengembalian yang optimal. Tingkat pengembaliannya di atas 150 persen,” ujarnya.

Dijelaskan Panangian, sunrise location adalah daerah-daerah yang memiliki tingkat pengembalian sewa memenuhi atau melebihi cicilan ke bank. “Misalnya sebuah properti harga Rp700juta. Kita pinjam dari bank Rp500juta dan DP Rp200juta. Kita sewakan Rp6juta per bulan, sedangkan cicilan ke bank di bawah Rp6juta. Berarti tiap tahun kita masih kelebihan uang,” jelasnya.

Properti seperti itu, menurut Panangian, di Jakarta hanya satu persen dari total properti yang jumlahnya Rp600 triliun. “Properti itu bisa jadi ruko, kios, town houses, apartemen ataupun kondomonium. Yang penting bagaimana kita mempelajari daerah mana yang sunrise location,” terangnya.

Menurut Panangian, jika investor membeli saat ini, maka dia akan memperoleh untung ketika menjual paling cepat 2015 dan paling lama 2016. “Pasti akan untung,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut Panangian, harus dipisahkan antara properti dan uang. “Jadi kalau nanti sunrise sudah mengarah ke sunset, segera pindahkan uang ke daerah sunrise yang baru. Ini kan melipatgandakan uang melalui property (compounding),” tuturnya.

Selain itu, investor Indonesia tidak perlu kuatir akan serbuan investor asing di bidang property. “Dari luar untuk masuk ke properti sulit, karena regulasi Indonesia belum memberi kemudahan seperti di Malaysia dan Singapura. Kalaupun investor asing mau masuk, paling ke Batam dan Bali yang sudah lebih mudah,” pungkasnya.

Sumber : http://www.suarapembaruan.com/ekonomidanbisnis/2012-tahun-kebangkitan-bisnis-properti/17626

Ekonomi Indonesia pada 2012 Lebih Baik dari 2011


Meski ekonomi dunia masih diselimuti gejolak Eropa yang masih belum jelas pemulihannya, namun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menilai ekonomi Indonesia di tahun 2012 akan lebih baik pertumbuhannya dibandingkan tahun 2011 sekarang.

“Saya optimistis di 2012 kondisi kita akan bertumbuh baik terus, meski ada dampak dari resesi yang terjadi di Eropa. Tapi, nervous juga tidak benar. Indonesia akan tumbuh terus di 2012 dan akan lebih baik dibandingkan 2011,” ungkapnya dalam seminar Komite Ekonomi Nasional (KEN) dengan tema Prospek Ekonomi Indonesia 2012, di Jakarta, Senin (19/12).

Pemerintah pun, sambungnya telah menerapkan kebijakan sebagai langkah antisipasi terkait dampak krisis ekonomi global pada 2012 mendatang. Langkah antisipasi tersebut di antaranya, melakukan ekspansi pasar ekspor, mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat. Menurut Hatta, pemerintah telah siap mengantisipasi dan dirasa perekonomian akan lebih meningkat lagi serta lolos dari dampak krisis seperti yang terjadi pada 2008.

Bahkan, tambah Hatta, pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi secara nasional pada 2012 di angka 6,6- 6,7%. ”Dengan adanya investment grade maka outlook-nya agak sedikit berubah. 6,3-6,7% dan kalaupun ada koreksi kita optimistis bisa 6,5-6,7%,” imbuhnya.

Namun, menurutnya ada hal yang harus diperhatikan dan selalu menjadi perhatian pemerintah yakni harga minyak, karena hal itu bisa mempengaruhi pengeluaran terkait subsidi bahan bakar minyak. Di mana, ada pembengkakan dana subsidi untuk BBM dari Rp 159 triliun menjadi Rp 164,5 triliun.

Prospek 2012: Momentum Pertumbuhan Berlanjut dengan Risiko Perlambatan Ekonomi Global
Salah satu faktor yang akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah perkembangan ekonomi global yang hingga saat ini masih menunjukkan ketidakpastian yang sangat tinggi. Lambatnya pemulihan ekonomi di Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) tercermin dengan melemahnya pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal kedua 2011 yang hanya mencapai 1,5% dan 1,6% per tahun dibandingkan dengan 3% dan 1,7% per tahun pada 2010 dan masih tingginya tingkat pengangguran yang masih mencapai 9,1% di AS.
Dengan kontribusi di kedua wilayah tersebut yang mencapai 49% dari perekonomian global, sudah sewajarnya masyarakat ekonomi global khawatir terhadap perkembangan kondisi ekonomi di kedua kawasan tersebut. Dengan beban utang pemerintah dan rumah tangga yang sangat tinggi di kedua kawasan tersebut, diperkirakan kondisi ekonomi di kedua kawasan tersebut akan tetap rentan dalam jangka menengah.
Indonesia sebagai negara terbuka tentunya tidak terlepas dari pengaruh perlambatan ekonomi global. Kendati demikian, berbekal beberapa pengalaman menghadapi krisis ekonomi pada 1998, mini krisis pada 2005, dan krisis finansial global pada 2008, Indonesia saat ini mempersiapkan diri relatif lebih baik dalam menghadapi kemungkinan krisis ke depan.
Kekhawatiran akan keluarnya aliran modal asing merupakan sesuatu yang sangat lumrah bagi negara-negara emerging, terutama Indonesia yang menganut sistem devisa bebas. Namun, kekhawatiran tersebut seharusnya dapat diminimalisasi dengan makin membaiknya daya tahan ekonomi Indonesia saat ini.
Bahkan, dari pengamatan kami terlihat bahwa daya tahan perekonomian Indonesia terhadap krisis ekonomi global relatif lebih kuat dibandingkan dengan negara lain. Secara statistik perlambatan ekonomi AS sebesar 1% akan menurunkan ekonomi Indonesia sebesar 0,11%, relatif lebih kecil dibandingkan dengan dampaknya ke Singapura dan Thailand yang sebesar 1,8% dan 1,3%. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia lebih kuat dalam menghadapi krisis dibandingkan dengan negara-negara tetangga.
Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia juga didukung dengan kemungkinan kembalinya Indonesia ke dalam kelompok negara-negara yang mendapatkan rating investment grade pada 2012. Hal ini akan mendorong masuknya modal asing langsung ke Indonesia, khususnya dalam bentuk riil investasi (penanaman modal asing atau PMA).
Bahkan, sejak beberapa kuartal terakhir aliran PMA sudah melebihi investasi portofolio. Selanjutnya, struktur demografis Indonesia yang didominasi oleh usia muda hingga 2025 memberikan keuntungan bagi Indonesia karena ditunjang dengan produktivitas penduduk yang makin baik.
Dari sisi sektor keuangan juga terlihat bahwa daya tahan perekonomian kita makin membaik dengan kenyataaan bahwa, pertama, kualitas arus modal yang masuk Indonesia makin membaik selama tiga kuartal terakhir. Aliran modal asing langsung (FDI) lebih mendominasi dibandingkan dengan aliran modal portofolio.
Kedua, terjadi penurunan kepemilikan asing di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) setelah BI hanya menyisakan lelang SBI sembilan bulan. Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa penempatan dana asing di instrumen tersebut sangat rentan karena umumnya bersifat hot money dan berjangka pendek.
Ketiga, kinerja perdagangan internasional cukup solid sehingga dalam paruh pertama tahun ini (Januari-Juni 2011) telah menghasilkan surplus neraca perdagangan sebesar YSD14.7 miliar atau meningkat sebesar 53% dibandingkan dengan tahun lalu. Akibatnya cadangan devisa Indonesia sampai dengan akhir Agustus telah mencapai US$125 miliar.
Keempat, rasio cadangan devisa terhadap ukuran-ukuran ekonomi menunjukkan pola yang makin baik. Saat ini cadangan devisa Indonesia telah setara dengan tujuh bulan impor dan pembayaran utang jangka pendek. Sedangkan, rasio cadangan devisa terhadap total utang luar negeri jangka pendek meningkat menjadi 2,4 pada 2011 dibandingkan dengan 1,8 pada 2008.
Kelima, pemerintah bersama dengan BI saat ini telah memiliki protokol manajemen krisis, yang memberikan arah dan tindakan yang harus dilakukan seandainya terjadi gejolak di pasar keuangan domestik.
Kendati demikian, walaupun daya tahan sektor keuangan kita saat ini lebih baik, eksposur asing yang cukup besar dalam pasar kita membuat pasar kita menjadi sangat rentan dan bergejolak, khususnya dalam jangka pendek. Sebaliknya, dalam jangka menengah dan panjang, dengan fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, fluktuasi ini dapat diredam, khususnya terhadap ancaman pembalikan modal asing.
Dari sisi tantangannya, Indonesia diperkirakan akan menghadapi tantangan klasik, yaitu pembangunan infrastruktur, yang pada akhirnya dapat memengaruhi tingkat competitiveness Indonesia relatif terhadap negara lain. Karena itu, tidak heran jika dalam World Economic Forum Survey tingkat competitiveness Indonesia berada di posisi ke-46, jauh di bawah Malaysia dan bahkan Thailand. Salah satu penyebabnya adalah buruknya kualitas infrastruktur di Indonesia yang secara ranking masih berada di urutan ke-82, dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand yang berada di urutan ke-30 dan ke-35.
Dari sisi eksternal, kami juga melihati potensi perlambatan ekonomi China, yang akan berdampak cukup signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Berdasarkan perhitungan, setiap 1% penurunan ekonomi China akan berdampak terhadap penurunan ekonomi Indonesia sebesar 0,3%.
Kendati demikian, terlepas dari tantangan yang akan dihadapi Indonesia, dengan beberapa peluang dan potensi yang dimiliki Indonesia, kami yakin bahwa momentum pertumbuhan perekonomian Indonesia masih dapat berlanjut pada 2012 dengan pertumbuhan sebesar 6,5%-6,7%. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi Asian Development Bank (ADB) yang sebesar 6,8%, dengan inflasi yang dapat terkendali di tingkat 5,5%-5,8% dan tingkat BI Rate yang relatif stabil di 6,75% dan rupiah di sekitar Rp8.450-Rp8.550 per US$1.

Sumber : http://www.suarapembaruan.com/ekonomidanbisnis/ekonomi-indonesia-pada-2012-lebih-baik-dari-2011/15008, dan http://www.infobanknews.com/2011/11/prospek-ekonomi-indonesia-2012-tetap-optimistis-tapi-waspada/

Minggu, 18 Desember 2011

S A H A M

Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk 'menjual' kepentingan dalam bisnis - saham (efek ekuitas) - dengan imbalan uang tunai. Ini adalah metode utama untuk meningkatkan modal bisnis selain menerbitkan obligasi. Saham dijual melalui pasar primer (primary market) atau pasar sekunder (secondary market).

Contoh Surat SAHAM


Jenis
Ada beberapa tipe dari saham, termasuk saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). Saham preferen biasanya disebut sebagai saham campuran karena memiliki karakteristik hampir sama dengan saham biasa. Biasanya saham biasa hanya memiliki satu jenis tapi dalam beberapa kasus terdapat lebih dari satu, tergantung dari kebutuhan perusahaan. Saham biasa memiliki beberapa jenis, seperti kelas A, kelas B, kelas C, dan lainnya. Masing-masing kelas dengan keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri dan simbol huruf tidak memiliki arti apa-apa.

Karakteristik
- Saham Preferen
Saham Preferen memiliki karakteristik sebagai berikut :
Memiliki berbagai tingkat, dapat diterbitkan dengan karakteristik yang berbeda
Tagihan terhadap aktiva dan pendapatan, memiliki prioritas lebih tinggi dari saham biasa dalam hal pembagian dividen
dividen kumulatif, bila belum dibayarkan dari periode sebelumnya maka dapat dibayarkan pada periode berjalan dan lebih dahulu dari saham biasa
Konvertibilitas, dapat ditukar menjadi saham biasa, bila kesepakatan antara pemegang saham dan organisasi penerbit terbentuk
- Saham Biasa
Memiliki karakteristik :
Hak suara pemegang saham, dapat memillih dewan komisaris
Hak didahulukan, bila organisasi penerbit menerbitkan saham baru
Tanggung jawab terbatas, pada jumlah yang diberikan saja

Kategori
Bila ditinjau dari kinerja perdagangan, saham dapat dikelompokkan menjadi :
Blue chip stocks, saham biasa yang memiliki reputasi tinggi, sebagai pemimpin dalam industrinya, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen
Income stocks, saham suatu emiten dengan kemampuan membayarkan dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya
Growth stocks, terdiri dari well-known dan lesser-known
Speculative stocks, saham secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, mempunyai kemungkinan penghasilan yang tinggi di masa mendatang, namun belum pasti
Counter cyclical stocks, saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum

Aplikasi
Masyarakat dapat membeli saham biasa di bursa efek via broker. Di Indonesia, pembelian saham harus dilakukan atas kelipatan 500 lembar atau disebut juga dengan 1 lot. Saham pecahan ( tidak bulat 500 lembar ) bisa diperjualbelikan secara over the counter. Salah satu tujuan masyarakat untuk membeli saham adalah untuk mendapatkan keuntungan dengan cara:
Meningkatnya nilai kapital (capital gain).
Mendapatkan dividen.
Penawaran Saham Perusahaan kepada masyarakat pertama kali sebelum listing di bursa dinamakan Initial Public Offering (IPO), sedangkan jika sudah terdaftar (listing) dan perusahaan ingin menambah saham beredar dengan memberikan hak terlebih dahulu kepada pemegang saham lama untuk membeli-nya dinamakan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau dikenal juga dengan sebutan Right Issue.
Beberapa perusahaan Indonesia melakukan dual listing saham di Bursa Efek Jakarta dan New York Stock Exchange. Saham yang diperjualbelikan di NYSE tersebut biasa dikenal dengan American Depositary Receipt(ADR). Harga saham, bisa naik atau pun turun, seiring dengan situasi dan kondisi yang ada. Seperti saat krisis moneter pada tanggal 15 September 1998, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga merupakan barometer saham di Indonesia terpuruk hingga mencapai nilai 292,12 poin. Pada bulan September pula, IHSG mencapai nilai terendah yaitu 254 poin. Hal ini menyebabkan saham-saham di dalam negeri menjadi under value. Dalam periode 2002-2007, nilai IHSG telah pulih bahkan sudah beberapa kali memecahkan rekor. Contohnya pada tahun 2006 dan tahun 2007 IHSG memposisikan dirinya sebagai salah satu indeks yang memiliki kinerja terbaik dunia ( peringkat 2 setelah Cina, mencapai level 2.745,826 poin). Pada tanggal 11 Desember 2007, IHSG mencapai level 2.810,262 poin sekaligus menorehkan sejarah sebagai level indeks tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Selain itu, IHSG mengalami peningkatan rata-rata tahunan sebesar 42,18% sebagai pergerakan indeks tertinggi dibandingkan dengan peningkatan indeks di Asia.

Mekanisme perdagangan saham di Indonesia


Pertama yang perlu dilakukan adalah investor harus menjadi nasabah pada perusahaan efek dahulu. Investor membuka rekening dengan membayarkan deposit sejumlah Rp 25 juta, sementara yang lain mewajibkan sebesar Rp 15 juta dan seterusnya. Jumlah yang disetorkan bervariasi. Pada dasarnya,batasan minimal atau jumlah nominal membeli saham tidak ada tapi di Bursa Efek Indonesia pembelian minimal 500 lembar atau 1 lot, misalnya harga saham perusahaan XYZ senilai Rp 100,00 maka dana minimal yang dibutuhkan untuk membeli satu lot sama dengan Rp 50.000,00 ( 500 lembar dikali Rp 100,00 ). Transaksi penjualan atau pembelian dapat dilakukan pada Hari bursa. Mekanisme perdagangan, secara sistematis sebagai berikut:

Tempat perdagangan
Tempat lain untuk membeli saham selain IDX / Indonesia Stock Exchange ( Indonesia ), yaitu Nasdaq / Nasdaq Stock Market ( Amerika Serikat ), NYSE / New York Stock Exchange ( New York ), SEAQ / Stock Exchange Automated Quotations ( London ), Euronext ( merger pasar saham antara negara Paris, Amsterdam, dan Brussels ), TSE / Tokyo Stock Exchange ( Tokyo ), SGX / Singapore Exchange ( Singapura ) dan tempat perdagangan lainnya ( terdapat kurang lebih 69 tempat perdagangan / bursa saham di seluruh dunia ).

Jual kosong
Biasanya, pertama kali yang dilakukan oleh investor adalah membeli saham dan kemudian menjualnya. Dengan jual kosong ( short selling ), yang terjadi adalah kebalikannya. Pertama, saham dijual kemudian dibeli kembali. Cara ini memungkinkan investor mendapatkan keuntungan dari penurunan harga saham. Dilakukan dengan cara, investor meminjam suatu saham dari broker dan menjualnya. Selanjutnya, short-seller harus membeli saham yang sama untuk menggantikan saham yang telah dipinjam. Kegiatan ini disebut mengganti posisi kosong (covering short positiion).

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Saham

P E R U S A H A A N

Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak. Bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya. Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi.

Jenis Perusahaan berdasarkan Lapangan Usaha :
Perusahaan Ekstraktif
Perusahaan Agraris
Perusahaan Industri
Perusahaan Perdagangan
Perusahaan Jasa

Jenis Perusahaan berdasarkan Kepemilikan :
Perusahaan Negara
Perusahaan Swata
Perusahaan Kerajaan

Unsur-unsur Perusahaan :
Badan usaha
Kegiatan dalam bidang perekonomian
Terus menerus
Bersifat tetap
Terang-terangan
Keuntungan dan atau laba
Pembukuan

Tempat Perusahaan
Tempat perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut. Tempat kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan, pelanggan, dan sebagainya.

Letak Perusahaan
Ada 4 (empat) jenis letak perusahaan :
1. Letak Perusahaan yang Terikat Pada Alam
Letak perusahaan ini sangat ditentukan oleh sumber-sumber alam, jadi tidak dapat ditentukan oleh manusia; misalkan, usaha pertanian dan pertambangan.

2. Letak Perusahaan Berdasarkan Sejarah
Letak perusahaan ini hanya dapat dijelaskan dengan adanya sejarah di lokasi itu. Misalkan kerjainan batik di daerah Surakarta dan Yogyakarta, hal ini disebabkan dulu seni membatik ini dimulai dari para wanita dalam Kraton di kedua kota itu.

3. Letak Perusahaan yang Ditetapkan oleh Pemerintah
Dalam hal ini pemerintahlah yang menentukan dimana perusahaan harus menjalankan aktivitasnya. Hal ini agar masyarakat di sekitar lokasi itu tidak merasa terganggu karena adanya perusahaan tersebut. Misalnya, pabrik senjata/amunisi, peternakan babi, dan pabrik obat-obatan.

4. Letak Perusahaan yang Dipengaruhi oleh Faktor-faktor Ekonomi
Jenis perusahaan ini bersifat industri. Di sini ada bebarapa faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan letak perusahaan :
a. Dekat dengan bahan baku
Contoh : pabrik gula, pabrik semen.
b. Dekat dengan pasar
Di sini perusahaan sedekat mungkin dengan pasar atau konsumen.
Contoh : pabrik roti (Bakery), rumah makan dan juga perusahaan jasa seperti Bank/Asuransi.
c. Dekat dengan pemasuk tenaga kerja
Bagi perusahaan yang banyak membutuhkan tenaga kerja bukan ahli, cenderung memperhatikan agar dekat dengan tenaga kerja tersebut.
Contoh : pabrik rokok, pabrik kembang gula.
d. Dekat dengan penyedia sumber tenaga/energi
Contoh : pabrik peleburan bijih besi, aluminium dan baja.
e. I k l i m
Suatu perusahaan seringkali membutuhkan adanya iklim dan pengaturan suhu udara yang tertentu.
Contoh : pabrik the, pemintalan kapas, industri jamur.
f. Ongkos Transport
Misalkan pabrik mobil, sangat membutuhkan lancarnya transportasi. Apabila jalan-jalan yang akan dilalui produk perusahaan ke konsumen sudah baik, maka diharapkan ongkos transportnya juga akan menjadi rendah.
g. Besarnya suplai modal
Perusahaan yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya, cenderung akan memilih tempat dimana penananman modal cukup besar disertai tingkat bunga yang cukup rendah.

Cara Penentuan Letak Perusahaan
Secara umum terdapat 2 macam cara untuk menentukan lokasi perusahaan yaitu :
1. Cara kualitatif
Dengan cara ini diadakan penilaian secara kualitatif terhadap faktor-faktor yang dianggap relevan atau memegang peranan pada setiap pilihan lokasi.
2. Cara kuantitatif
Dengan cara ini hasil analisis kualitatif dikuantifikasikan dengan cara memberikan skor(nilai)pada masing-masing kriteria. Sedangkan menurut teori Alfred Weber,dalam teorinya mengemukakan ada dua faktor yang mempengaruhi penetapan lokasi perusahaan,yaitu :
· Biaya pengangkutan
· Biaya tenaga kerja

Perbedaan Tempat dan Letak Perusahaan.
Perbedaan letak perusahaan dan tempat kedudukan perusahaan terletak pada fungsinya. Tempat kedudukan perusahaan berfungsi sebagai tempat administrasi perusahaan tersebut dan cenderung ke kota-kota besar, sedangkan letak perusahaan berfungsi sebagai tempat mengolah produk (keadaan fisik perusahaan untuk melaksanakan kegiatan operasional).

Contoh Nama-Nama Perusahaan
· PT. Sahid Artha Sari
Bidang usaha : Pedagang valuta asing Hotel Sahid Jaya, Ground Floor
· PT. Money Changer Sahid Artha Sari
Bidang Usaha : Pedangang valuta asing.
· PT. Sahid Gema Wisata Tours & Travel
Bidang Usaha : Pelaku bepergian Hotel Sahid Raya Solo.
· PT. Safarijunie Textindo Industry
Bidang Usaha : Tekstil
· PT. Rukun Gaya Baru
Bidang Usaha : Angkutan Jalan
· PT. Road Transportation Rukun Gaya Baru
Bidang Usaha : Angkutan jalan
· Royal Brunei Airlines Sdn Bhd.
Bidang Usaha : Transportasi Udara
· PT. Rodeo Kerta Kencana
Bidang Usaha : Pakaian
· PT. Garment Rodeo Kerta Kencana
Bidang Usaha : Pakaian
· PT. Safety Equipment Rizki Adhibuana Perkasa
Bidang Usaha : Alat-alat perlengkapan keselamatan
· PT. Rodainfo
Bidang Usaha : Perangkat keras EDP dan perangkat; Paket software
· PT. Software package Rodainfo
Bidang Usaha : Perangkat keras EDP dan perangkat; Paket Software
· PT. Rimba Ramin Pontianak
Bidang Usaha : Kayu lapis

Perusahaan Multinasional
Menyusul suksesnya model perusahaan dalam tingkatan nasional, banyak perusahaan telah menjadi transnasional atau perusahaan multinasional: tumbuh melewati batasan nasional untuk mendapatkan posisi kuasa dan pengaruh yang luar biasa dalam proses globalisasi.
Biasanya perusahaan transnasional atau multinasional dapat masuk ke pemilikan dan pengaturan bertumpuk, dengan banyak cabang dan garis di berbagai daerah, banyak sub-grup terdiri dari perusahaan dengan hak mereka sendiri.
Dalam penyebaran perusahaan dalam banyak benua, pentingya budaya perusahaan telah tumbuh sebagai faktor penyatu dan penambah ke sensibilitas dan kewaspadaan budaya lokal nasional.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan, http://infinitelyworld.blogspot.com/2011/10/pengertian-letak-dan-tempat-perusahaan.html